Jagung Sebagai Bahan Baku Pakan Ternak

Posted on: Agustus 13, 2019, by :

Maize, atau yang lebih dikenal dengan jagung, telah lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak. Keterbatasan dari jagung adalah rendahnya kandungan dan kualitas protein yang dibutuhkan sebagai sebagai suplemen atau sumber asam amino untuk ternak. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian oleh pemulia tanaman di seluruh dunia untuk meningkatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh hewan ternak.

Jagung merupakan produk pertanian kategori cerealia yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia. Sebagian besar produksi jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Dibandingkan dengan tanaman cerealia lain, jagung merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan dan diproduksi sebagai pakan ternak, karena memiliki kandungan kalori yang tertinggi.

Biji jagung kering terdiri dari 82,9% endosperma, 11,1% bakal benih, 5,2% perikarp, dan 0,8% lapisan luar. Tiap bagian dari biji jagung memiliki kandungan nutrisi yang berbeda pula. Kandungan nutrisi dari tiap bagian dari biji jagung dirangkum pada tabel berikut:

  Amilum Protein Minyak Gula Mineral Senyawa Lain
Biji Utuh 73,40% 9,10% 4,40% 1,90% 1,40% 9,80%
Endosperma 87,60% 8,00% 0,80% 0,60% 0,30% 2,70%
Bakal Benih 8,30% 18,40% 33,20% 10,80% 10,50% 18,80%
Perikarp 7,30% 3,70% 1,00% 0,30% 0,80% 86,90%
Lapisan Luar 5,30% 9,10% 3,80% 1,60% 1,60% 78,60%

Sebagai pakan ternak, bagian terpenting dari jagung adalah bijinya, walaupun batang, daun, dan kelobot jagung juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Biji jagung dianggap sebagai bahan pakan yang dikonversi menjadi daging, susu, dan telur tertinggi. Biji jagung memiliki total kalori sebesar 3,75-4,17kcal/gram. Total kalori tersebut mencukupi kebutuhan kalori yang dibutuhkan oleh babi dan ayam dengan kebutuhan sebesar 3,6 dan 3,8 kcal/gram dengan konsentrasi yang dicerna sebesar 86% pada ayam dan 92% pada babi.

Apabila digunakan sebagai pakan, biji jagung dapat secara langsung diberikan atau digiling terlebih dahulu. Untuk meningkatkan nutrisi yang dibutuhkan, jagung dapat dikombinasikan dengan bahan lain, tergantung pada hewan ternaknya. Pada ayam, apabila dibandingkan dengan pakan yang hanya mengandung jagung, jagung yang dikombinasikan dengan bahan yang mengandung asam amino lisin yang tinggi, menghasilkan daging ayam yang dihasilkan memiliki kandungan protein 15% yang lebih tinggi. Selain itu, pertumbuhan ayam juga 20% lebih cepat dan menghasilkan telur lebih banyak. Setelah dilakukan beberapa pengujian dan pemuliaan tanaman, akhirnya ditemukan varietas jagung dengan kandungan asam amino lebih tinggi. Varietas jagung tersebut adalah Quality Protein Maize (QPM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *