Tanaman Jagung Tiap Bagiannya Memiliki Sisi Manfaat

Posted on: Agustus 9, 2019, by :

Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang menyelesaikan satu siklus hidupnya 3 sampai 5 bulan, tergantung kultivar dan periode tanam. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan Cerealia dari keluarga Graminaceae. Jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia.

Seluruh bagian dari tanaman jagung, mulai dari daun, batang, tongkol, dan bijinya sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia. Produk utama jagung adalah bijiannya. Massa bijian terbesar diisi oleh endosperma yang kaya oleh karbohidrat. Dari bijian yang dihasilkan, jagung menjadi sumber pangan pokok manusia ketiga setelah gandum dan padi. Selain untuk makanan pokok, bijian jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak, baik untuk unggas maupun ternak besar. Di Indonesia, penyerap jagung terbesar saat ini adalah industri pakan ternak. Olahan bijian juga diserap oleh industri pangan, farmasi, kosmetika, dan industri kimia.

Produk dari bagian jagung lainnya adalah jagung tongkol. Tongkol jagung dipanen dalam usia sekitar tiga minggu setelah penyerbukan untuk dijadikan sayuran atau direbus serta dibakar. Jagung manis biasanya mengisi pangsa ini. Tongkol jagung yang masih muda dan belum berkembang penuh dipanen sebagai sayuran segar yang dikenal sebagai jagung semi atau babycorn. Selain untuk bahan makanan, tongkol jagung yang sudah tua, dikeringkan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk kompos dan kayu bakar.

Seluruh bagian tanaman jagung yang masih hijau dapat dimanfaatkan oleh bidang peternakan sebagai pakan ternak. Beberapa kelompok peternak biasanya mengomposkan terlebih dahulu bagian tanaman jagung yang masih hijau. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kandungan nutrisi dari proses fermentasi selulosa dan senyawa lain yang sulit untuk dicerna oleh ternak menjadi nutrisi dalam bentuk lain yang mudah untuk dicerna oleh ternak. Kandungan protein tanaman jagung cukup tinggi sebagai sumber pakan bagi sapi dan kerbau. Selain untuk peternakan, saat ini sedang dikembangkan tanaman jagung dengan kandungan selulosa tinggi untuk dimanfaatkan biomassanya sebagai sumber energi.

Daun pembungkus tongkol jagung yang telah dikeringkan digunakan di Jawa sebagai pembungkus makanan ataupun sebagai komponen pembuatan rokok tradisional (“rokok kelobot”) yang digunakan sebagai pembungkus rokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *