Akun GL & Pajak

Posted on: Januari 8, 2019, by :

Akun General Ledger

Standar pemberian Chart Of Account (COA) memakai standar Akuntansi Indonesia 8 digit

Format XXX-YYYY-Z

Dimana ;

XXX Akun Utama
YYYY Wilayah
YY Propinsi
YY Kabupaten/Kotamadya
Z Urutan/Daerah

Contoh
Pemberian Akun GL pada Kasir Tunai, dengan perincian sebagai berikut

Akun : 101 Kasir Tunai
                  52 Nusa Tenggara Barat Mataram
                       72 Kotamadya Bima
            Misalkan Kasir Tunai akan di perinci sesuai kecamatan,;
                           1 Kecamatan Asakota
                           2 Kecamatan Mpunda
                           3 Kecamatan Raba
                           4 Kecamatan Rasanae Barat
                           5 Kecamatan Rasanae Timur

Akun GL :

10152720 Kasir Kotamadya Bima
10152721 Kasir Kecamatan Asakota
10152722 Kasir Kecamatan Mpunda
10152723 Kasir Kecamatan Raba
10152724 Kasir Kecamatan Rasanae Barat
10152725 Kasir Kecamatan Rasanae Timur

Bisasaja menggunakan Kode Pos, kenyataannya kode pos terdiri dari 5 digit, dan tidak mudah jika akan melakukan kompilasi (Penggabungan Data) seluruh Koperasi Duta Tani.

 

Tarif Pajak
Secara struktural, tarif pajak dibagi menjadi 4 jenis, antara lain:

  • Tarif Progresif (a progressive tax rate).
    Tarif pajak progresif merupakan tarif pungutan pajak yang      mana persentase akan naik sebanding dengan dasar pengenaan pajaknya. Di Indonesia itu sendiri, tarif pajak progresif ini diterapkan untuk pajak penghasilan (PPh) wajib pajak orang pribadi, seperti:
    Lapisan penghasilan kena pajak (PKP) sampai Rp50 juta, tarif pajaknya 5%.
    Lapisan PKP lebih dari Rp50 – Rp250 juta, tarif pajaknya 15%.
    Lapisan PKP lebih dari Rp250 -Rp500 juta, tarif pajakya 25%.
    Lapisan PKP di atas Rp500 juta, tarif pajaknya 30%.
  • Tarif Degresif (a degressive tax rate).
    Tarif degresif ini kebalikan dari tarif progresif. Artinya, tarif pajak ini merupakan tarif pajak yang persentasenya akan lebih kecil dari jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak tinggi. Atau, persentase tarif pajak akan semakin rendah ketika dasar pengenaan pajaknya semakin meningkat.
    Jadi, jika persentasenya semakin kecil, jumlah pajak terutang tidak ikut mengecil. Melainkan bisa jadi lebih besar karena jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajaknya semakin besar.
  • Tarif Proporsional (a proportional tax rate).
    Tarif proporsional merupakan tarif yang persentasenya tetap meski terjadi perubahan terhadap dasar pengenaan pajak. Jadi, seberapa pun jumlah objek pajak, persentasenya akan tetap. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (10%) dan PBB (0,5%) dari berapa pun objek pajaknya.
  • Tarif Tetap/regresif (a fixed tax rate).
    Tarif tetap atau tarif pajak regresif adalah tarif pajak yang nominalnya tetap tanpa memerhatikan jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajaknya. Tarif tetap juga dapat diartikan sebagai tarif pajak yang akan selalu tetap sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan, seperti Bea Meterai dengan nilai atau nominal sebesar Rp3.000 dan Rp6.000.
    Pada dasarnya tarif pajak dipungut berdasarkan atau sesuai dengan pengelompokan jenis-jenis pajak. Nah, mari simak ulasan pengelompokan pajak di bawah ini.

Pengelompokan Pajak
Golongan

  • Langsung,
    Pajak yang bebannya ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak bisa dilimpahkan kepada pihak lain , Contoh Pajak Penghasilan (PPh)
  • Tidak Langsung
    Pajak yang bebannya bisa dialihkan oleh pihak lain, Contoh Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

Sifat

  • Subjektif
    Pajak yang melihat dan memperhatikan keadaan wajib pajak, Contoh Pajak Penghasilan
  • Objektif
    Kebalikan dari Subjektif seperti Contoh Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak penjualan atas Barang Mewah

Lembaga / Pemungutan

  • Pusat
    Merupakan pajak yang dipungut pemerintah pusat dan pajaknya digunakan untuk biaya pengeluaran biaya rumah tangga neraga, contoh, PPh, PPn, Bea Materai dan PPnBM
  • Daerah
    Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk rumah tangga daerah, terbagi atas

    • Pajak Propinsi
      Pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
    • Pajak Kabupaten / Kotamadya
      Pajak Restoran, reklame, Hotel, Hiburan

Untuk Selanjutnya mengenai besar nilai tarif pajak bisa langsung ke link Dirjen Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *