Panen jagung

Posted on: Juli 12, 2017, by :

Panen

Untuk dapat optimal ada beberapa cara yang perlu diperhatikan saat memanen tanaman jagung antara lain

    • Waktu

      Penen pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan, terutama penanaman jagung untuk tujuan biji kering. Panen pada dini hari dapat membantu menurunkan panas lapangan dan menghemat waktu serta energi untuk pendinginan pascapanen, waktu panen diklasifikasikan terhadapa peruntukan;

      • Jagung semi (baby corn)

        Umumnya dipanen umur 45-50 hari setelah tanam atau 5-6 hari setelah bunga betina muncul dan belum dibuahi. Jagung ini banyak digunakan dalam campuran sayuran capcay atau tumis sayur lainnya.

      • Jagung sayur

        Jagung yang digunakan untuk direbus atau dijadikan bahan pangan sayur lainnya, umumnya dipanen muda dengan umur 60-70 hari setelah tanam. Bunga betina pada jagung tersebut sudah dibuahi dan bijinya masih lunak. Jenis jagung yang digunakan biasanya jagung manis. Pemanenan sekitar 18-24 hari setelah penyerbukan atau ditandai dengan penampakan luar rambut yang mengering, keketatan kelobot, dan kekerasan tongkol ketika digenggam.

      • Biji Kering

        Biasanya berumur 80-110 hari setelah tanam atau umur tanaman mencapai maksimum, dilakukan jika terbentuk lapisan hitam (black layer) pada dasar biji karena pengisian biji telah optimal, penampakan fisik lainnya adalah daun menguning dan sebagian mengering berwarna kecoklatan atau putih kekuningan, kelobot sudah kering atau kuning, serta biji terlihat mengkilap dan keras jika kelobot dibuka, tidak membekas pada biji jika ditekan dengan kuku.

    • CaraBebrapa cara pemanenan jagung;
      • Mmenarik tongkol kebawah menjauhi batang tanpa mematahkan batang utama
      • Memutar tongkol hingga terlepas dari tangkainya
      • Mematahkan tangkai buah jagung
      • Menggunakan mesin pemetik jika lahan penanaman sangat luas
    • Penanganan

      Agar kualitas hasil yang diperoleh tetap terjaga sebelum dipasarkan ke konsumen, ada perbedaan penaganan antara jagung semi dan jagung rebus, kedua jenis ini tidak memerlukan proses pengeringan akan tetapi langsung dikemas atau masuk dalam tahap proses pengemasan, berbeda dengan biji kering.

      • Mengumpulkan hasil

        Jagung yang sudah dipanen dikumpulkan dalam satu tempat, jika masih menempel pada batang sebaiknya dilepas dari batang, selanjutnya kelobot luarnya dikupas. Untuk jagung semi dan jagung rebus, pengupasan klobot tidak perlu dilakukan sampai habis, sementara untuk biji kering kelobot dikupas sampai habis hingga bersih, tujuannya untuk menurunkan kadar air dan kelembapan sekitar biji serta mempermudah pengankutan, dengan demikian kerusakan biji dan tumbuhnya cendawan dapat dihindari.

      • Pengeringan tongkol

        Pengeringan dapat dilakukan secara alami atau buatan, penjemuran alami dengan cara jagung dijemur dibawah sinar matahari sampai kadar air berkisar 14%, penjemuran dapat dilakukan di lantaiu atau jagung diikat, lalu digantung, penjemuran secara alami ini membutuhkan waktu sekitar delapan hari. Pengeringan secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk mengurangi kadar air 12-13%, sangat berguna jika panen terjadi dimusim penghujan.

      • Pemipilan

        Pemipilan merupakan pemisahan biji dari tongkol atau tempay perekatannya, dapat menggunakan tangan atau alat pipil jagung, biji jagung dibersihkan dari kotoran yang tidak dikehendaki.

      • Pengiringan biji jagung

        Biji jagung dijemur sampai kering, umumnya biji jagung dikeringkan secara alami dengan sinar matahari, biji jagung diletakkan di lantai dan sesekali dibolak balikan agar pengeringannya merata, selain itu pengeringan dengan alat mekanis juga dapat digunakan.

      • Pengemasan dan penyimpanan

        Setelah kering baik berupa biji maupun tongkol kering dikemas untuk dipasarkan, umunya kemasan yang digunkan berupa karung dengan berat 25-50Kg. Sedangkan untuk eceran seberat 1-5Kg. Khusus untuk biji jagung yang dihasilkan akan dikirim atau dijual ke PT Global Agro Tangguh (G@T) melalui perkumpulan Griya Tani (GT) menggunakan karung khusus yang tersedia di G@T dengan kemasan 60Kg.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *