Pemeliharaan tanaman jagung

Posted on: Juli 12, 2017, by :

Pemeliharaan

Kegiatan perawatan dilakukan mulai proses penanaman hingga saatnya panen, agar kebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berkembang terpenuhi. Kegiatan pemeliharaan meliputi

Menjarangkan

Mengambil tanaman yang tidak dikehendaki, dilakukan terhadap jumlah tanaman yang berlebih atau tidak sesuai dalam satu lubang tanam. Pengambilan tanaman juga dilakukan untuk tanaman yang sakit atau rusak. Penjarangan tanaman dilakukan saat tanaman berumur 2-3 minggu atau sebelum tinggi tanaman mencapay 20cm, catatan, hindari pencabutan tanaman karena dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman lainnya.

Menyulam

Menanam kembali benih (disiapkan sebelumnya pada saat penanaman awal) kedalam lubang tanam agar jumlah tanaman yang tumbuh di dalam lubang tanam sesuai dengan yang dikendaki. Penyulaman dilakukan pada saat penjarangan.

Menyiangi

Membersihkan lahan dari gulma agar tidak terjadi persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara antara tanaman dengan gulma. Penyiangan dilakukan saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pembubunan. Sebaiknya penyiangan dilakukan 2 minggu sekali.

Membumbun

Menutup akar tanaman yang timbul di atas permukaan tanah dengan menguruk/menimbun dari tanah disebelah kanan-kirinya, untuk memperkokoh tanaman. Pembumbunan sebaiknya dilakukan dengan penyiangan agar efesien dalam penggunaan tenaga kerja, untuk pembubunan pertama dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua.

Memupuk

Untuk memenuhi cakupan unsur hara yang berguna untuk pertumbuhan, maka perlu diberi pupuk. Dosis pemupukanyang digunakan 200-300 Kg/Ha urea, 100-200 Kg/Ha SP-36, 200-300 Kg/Ha NPK. Pemupukan pertama atau pupuk dasar dilakukan saat sebelum atau bersamaan dengan tanam. Dosisnya adalah seluruh bagian SP-36 dan KCL serta satu per dua (1/2) bagian urea. Pupuk disebar dalam alur yang dibuat dengan jarak sekitar 10cm dari barisan tanaman dengan kedlaman 10cm. Pupuk yang diberikan adalah 1/1 bagian dari dosis. Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur empat minggu setelelah tanam dengan jarak15cm dari barisan tanaman. Setelah pupuk disebar segera dilakukan pembumbunan sehingga pupuk tertutup. Setelah itu semprot tanaman dengan menggunakan SNN (Super Natural Nutrision) yang mengandung zat pengatur tumbuh indole acetik acid, dengan dosis 3 tutup dilarutkan dalam air 14ltr untuk tiap 200mt².

Mengairi

Untuk tumbuh dengan baik perlu diatur kebutuhan air, saat penanaman, tanaman dapat disiram dengan air, dalam pemeliharaan selanjutnya, pemberian air dilakukan jika tidak turun hujan selama 3 hari berturut turut, karena air harus selalu tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung.

Memberantas hama dan penyakit

Perlu antisipasi terhadap seranga hama dan penyakit, pencegahan perlu dilakukan sebelumv terjadi serangan,

Hama Lundi/Uret

Merupakan larva dari kumbang Holotrichia helleri Brsk, hama ini merusak perakaran sehingga tanaman menjadi layu, pengendaliannya dengan cara

Pengolahan tanah untuk memetaikan larva

Penerapan pergiliran tanaman

Pengaturan waktu tanam dengan cara menanam sebelum hujan

Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida saat tanam

Hama Penggerek Tongkol

Merupakan larva ngengat Heliotis armigera Hbn. Menyerang tongkol serta pucuk tanaman, akibatnya tanaman akan mati. Pengendaliannya dengan cara

Penerapan pergiliran tanaman

Penanaman Serentak

Pemusnahan ulat

Penyemprotan insektisida cair saat tanaman berumur empat minggu

Penyakit Bulay (Downy Mildew)

Menyerang tanaman saat berumur dua minggu setelah tanam, penyebabnya adlah cendawan Peronosclerospora maydis, P.javanica, serta P.philippinensis.

Gejala tanaman berumaur 2-3 minggu

Daun berwarna kuning dan berbetuk runcing, kecil serta kaku, selain itu bagian bawah daun terdapat lapisan spora cendawan berwarna putih

Pertumbuhan batang terhambat

Gejala tanaman berumur 3-5 minggu

Terjadi gangguan pertumbuhan

Warna daun berumah menjadi pucat, mulai dari bagian pangkal hingga ujung daun

Gejala tanaman dewasa

Daun tua terdapat garis-garis kecoklatan

Tongkol berubah bentuk dan isi

Pengendalian

Penerapan pola tanam dan pola pergiliran tanaman

Penanaman varietas unggul

Penanaman dilakukan awal musim penghujan

Pemusnahan tanaman yang terserang

Penyemporan dengan fungisida

Penyakit karat (Rust)

Menyerang saat tanaman akan mengakhiri masa pertumbuhan, penyebabnya adalah cendawan Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Underw. Tanaman yang terserang penyakity ini memiliki ciri berbintik bintik berwarna merah kecoklatan pada daun tua. Sebuk cendawan berubah menjadi bermacam-macam bentuk, Pengendaliannya dengan cara

Penanaman varietas unggul atau varietas tahan karat

Pengaturan jarak tanam

Pemusnahan tanaman yang diserang

Penyemprotan dengan fungisida

Penyakit busuk tongkol

Menyerang tanaman saat musim hujan, tongkol akan memiliki ukuran besar yang tidak normal, penyebabnyua adalah Cendawan Fusarium atau Gibberella, sepertri Gibberella zeae (Schw), Giberella fujikuroi (Schw), dan Giberella moniliforme. Serangan penyakit ini mengakibatkan biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan berubah menjadi coklat sawo matang, cara pengendaliannya

Penanaman jagung varietas unggul

Penerapan pergiliran tanam

Pengaturan jarak tanam

Penggunaan fungisida sebelum benih ditanam

Penyemprotan dengan fungisida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *