Persiapan menanam jagung

Posted on: Juli 12, 2017, by :

Persiapan

Benih berkualitas dan pengolahan lahan yang baik akan mempengaruhi hasil produksi.

Benih

Mutu benih dapat dilihat dari wujudnya, tidak hanya bentuk fisik akan tetapi terkait juga dengan sifat genetik dan proses fisiologi.

  • Genetik untuk untuk menilai kemurnian dan keunggulan varietas, belih tidak boleh tercampur varietas lain.

  • Fisologis untuk menilai daya tumbuh benih, kadar air, dan vigor,

    • Kotoran kurang dari 2%,

    • Tingkat perkecambahan minimal 86%,

    • Tingkat kesehatan minimal 98%,

    • Kebenaran varietas 100%,

    • Daya simpan 1-5 tahun

Sebelum penanaman, benih terlebih dahulu dicampur dengan fungisida dan insektisida dengan tujuan untuk mencegah serangan cendawan dan serangga, (Banlate / Ridomil) untuk mencegah serangan cendawan dengan dosis dan pengunaan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan.

Gangguan serangga lain, seperti lalat bibit dan ulat dapat dicegah dengan penggunaan insektisida sistemik seperti Furadan 3G, tehnis penerapan pada saat penanaman dengan cara memasukkan secarra bersamaan kelubang tanam dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Pastikan benih yang dibeli, sebaiknya dilengkapi dengan label setifikat untuk mengatahui varietas dan identitasnya yang memenuhi standar lapangan maupun laboratorium dan dibawah pengawasan dan sesuai dengan kondisi iklim setempat.

Benih yang diperoleh dengan cara produksi sendiri umumnya diambil hanya dari varietas non hibrida yang pertumbuhannya baik dan sehat.

  • Tongkol dari tanaman terpilih diambil yang berukuran besar,

  • Barisan biji lurus dan penuh,

  • Tertutup rapat oleh klobot,

  • Tidak terserang hama dan penyakit

  • Tongkol tidak melewati fasi matang fisiologis

Penyimpanan

Benih yang tidak digunakan biasanya disimpan datas tungku dalam bentuk klobot, klobot tersebut akan terkjena asap tungku sehingga mampu disimpan dalam waktu yang cukup lama, hal tersebut dilakukan agar benih dapat digunakan pada musim tanam berikutnya. Sebenarnya hal yang paling penting adalah benih harus dalam kondisi kering dengan kadar air kurang dari 14%. Sedangkan benih dalam bentuk biji dapat disimpan dalam kantong plastik pada tempat yang kering dan dingin sekitar 4° C, benih akan bertahan 2-3 tahun.

Lahan

Pengolohan lahan dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tanah yang telah rusak atau kurang memenuhi syarat tumbuh diperbaik dengan cara diolah agar menjadi gembur. Dengan pengolahan tanah, tektur tanah dan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Aktivitas mikroba menjadi meningkat dan unsur hara mudah diserap oleh tanaman.

  • Pembersihan lahan dari gulma

  • Membajak/mencangkul tanah sedalam 30cm

  • Menghaluskan dan meratakan tanah

  • Membentuk saluran drainase

  • Memberikan kapur pertanian atau Soil Balance

  • Memupuk lahan dengan mencampur pupuk kandang dan pupuk dasar dengan dosis seluruh bagian SP-36 dan KCL serta satu per tiga (1/3) bagian urea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *