Syarat tumbuh tanaman jagung

Posted on: Juli 11, 2017, by :

Lanjutan budidaya jagung #2.2

    1. Syarat TumbuhTanaman jagung dapat tumbuh di daerah beriklim sedang hingga subtropis/tropis basah dengan batas lintang 50°LU-45°LS. Untuk tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang baik, penanaman dilakukan pada lokasi dan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuhnya. Faktor-faktor yang menjadi syarat tumbuh tanaman jagung antara lain;
      1. Ketinggian tempat

Dapat dilakukan di dataran rendah atau dataran tinggi, baik di tegalan atau di sawah tadah hujan, maupun swah irigasi. Sedangkan untuk dataran tinggi berkisar 1.000-1.800 m dpl.

      1. Jenis tanah

Dapat hidup hampir disemua jenis tanah, kering berpasir atau tanah liat, dengan beberapa persyaratan sebagai berikut;

Andosol, berasal dari gunung berapi, lahan yang subur, gembur, dan kaya humus, akan menghasilakan tanaman yang subur dan produktifitas tinggi.

Latosol, bertektur atau liat berdebu, lebih banyak disukai karena tanah liat dapat menahan lengas yang tinggi, karena memerlukan kelengasan tinggi berkisar 500-700 mm per musim.

Grumosol, bertektur berat, perlu dilakukan pengolahan serta aerasi dan drainase yang baik

Dapat tumbuh baik dengan keasaman tanah (pH) berkisar 5.5-7 pH dan yang paling baik adalah 6.8 pH. Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur hara tanaman, walaupun agak toleran dengan unsur basa. Penanaman pada tanah yang memiliki pH kurang dari 5.5 mengakibatkan tanaman tidak optimal karena keracunan alumunium.

Mempunyai aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik

Kemiringan tanah yang optimum 8%, dengan kemungkinan erosi tanah sangat kecil. Sedangkan kemiringan 5-8%, perlu dilakukan pembentukan teras, sedangkan jika lebih dari 8% kurang sesuai untuk tanaman jagung.

      1. Curah hujan dan kebutuhan air

Curah hujan yang dibutuhkan untuk tanaman jagung mulai 250-10.000mm, sedangkan tanaman jagung yang tidak beririgasi memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan selama masa pertumbuhan.

Tanaman jagung membutuhkan air cukup banyak, terutama saat pertumbuhan awal, berbunga, dan pengisian biji. Kekurangan air dapat menyebabkan hasil yang kurang baik. Kebutuhan setiap varietas sangat beragam, rata-rata kebutuhan air untuk tiap tanaman berkisar 2 lt saat kondisi panas dan berangin. Kekurangan air dapat menurunkan produksi sampai 30%.

      1. Cahaya matahari dan suhu optimal

Cahaya matahari sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, dengan demikian diusahakan mendapat sinar matahari langsung. Tanaman yang ternaungi atau terhalang dari sinar matahari akan terhambat pertumbuhannya, biji menjadi kurang baik bahkan tidak dapat terbentuk buah.

Suhu yang dikehendaki untuk pertumbuhan terbaik 27-32° C. Perkecambahan benih optimum terjadi pada suhu 21-27° C. Setelah berkecambah, pertumbuhan bibit dan tanaman dapat berlangsung pada suhu 10-40° C. Sedangkan waktu pemasakan biji dipengaruhi oleh kondisi suhu lingkungan. Pada musim kemarau, waktu pemasakan akan lebih cepat dan hasilnya lebih baik. Alangkah baiknya panen direncanakan saat musim kemarau, juga karena faktor mempermudah pengeringan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *