Budidaya tanaman jagung

Posted on: Juli 11, 2017, by :
  1. Analisa dan Porspek

    Jagung banyak digunakan untuk bahan pakan, terutama bahan pakan ternak, dan kebutuhannya terus meningkat, menurut catatan kami sampai saat ini kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih kurang dan masih terus import. Dengan adanya penghentian ijin import untuk jagung, diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional.

    Permintaan akan jagung dari tahun ketahun terus meningkat dan semakin tinggi ditambah dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya industri pakan ternak. Industri jagung sendiri di Indonesia masih relatif rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

    Kurangnya produksi jagung, antara lain disebabkan oleh;

    1. Lahan yang terbatas

    2. Benih dengan varietas rendah

    3. Perubahan Iklim

    4. Hama tanaman

    5. Penanganan produksi

    6. Pemasaran hasil produksi

Alasan penanaman jagung;

    1. Mudah dalam pengolahan budidaya

    2. Resiko kegagalan lebih kecil dibanding dengan tanaman palawija lainnya

    3. Seluruh bagian tanaman jagung memiliki nilai ekonomis

      1. Batang dan daun muda untuk pakan ternak

      2. Batang dan daun tua untuk untuk pupuk hijauan atau kompos

      3. Batang dan daun kering untuk pakan ternak sapi dengan menggunkan proses olahan tertentu.

    4. Bahan baku industri

      1. Tepung jagung

      2. Sirup, gula, minyak

      3. Industri kimia (alkohol, aseton dll)

      4. Energi terbarukan, bioetanol

    5. Kebutuhan yang terus meningkat

Termasuk dalam komoditas bagi kebutuhan manusia dan ternak dan berpetensial untuk diusahakan dan dikembangkan. Sampai saat ini selama survey lapangan di daerah jawa-tengah dan jawa barat (maret 2017 s/d Juni 3017), tingkat produksi masyarakat masih belum maksimal, padahal di daerah jawa-tengah termasuk daerah yang banyak memproduksi jagung, tapi belum dapat mencukupi untuk kebutuhan pakan ternak, dengan demikian peluang usaha budidaya jagung masih terbuka lebar.

Data statistik menunjukan bahwa produksi rata-rata pertahun berkisar 4-6 ton /Ha padahal tidak sedikit petani yang mampu memproduksi 6-9 ton /Ha, salah satu penyebabnya adalah teknik budidaya yang belum maksimal.

Akan tetapi pertumbuhan dan minat terhadap budidaya jagung meningkat antara 1-5% pertahun menurut Dirjen tanaman pangan kementrian pertanian RI. Permintaan akan kebutuhan jagung akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan dan perkembangan jagung sebagai bahan makan ternak, kebutuhan akan energi terbarukan (alternatif) seperti biosel juga semakin meningkat, dapat dipastikan bahwa kebutuhan jagung akan terus berkembang dimasa yang akan datang.

Industri makanan dengan gambaran potensi pasar jagung tersebut akan membuka peluang bagi petani Indonesia untuk menanam jagung dan meningkatkan produksi jagungnya, tentunya dengan tehnologi budidaya yang baik, sehingga bisa menghasilkan hasil produksi yang bisa memenuhi kebutuhan dan kwalitas pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *