Uji sederhana kadar Toksin pada Jagung

Posted on: Mei 25, 2017, by :

Lampu ultra violet model portable memakai battery AA 4 buah, bisa digunakan sebagai tester kadar toksin (racun) di dalam pakan dan bahan baku pakan (jagung, katul dll). Alat ini murah dan praktis. Peternak profesional wajib memilikinya.

Tester toksin ini hanya untuk mengetahui ada atau tidak adanya toksin di dalam pakan dan bahan baku pakan. Kalau ada, hanya bisa diketahui secara kualitatif saja : sedikit, sedang atau banyak. Kriteria kadar toksinnya sedikit bila ditemukan sinar flourescent hijau metalik 3 – 5 titik pada permukaan pakan dan bahan baku pakan yang diperiksa seluas kertas A-4. Kriterianya banyak bila nampak sinar flourescent dalam jumlah banyak sekali hampir setiap 1 cm.

Bila dari hasil tes pakai sinar ultra violet didapati jagung / bahan baku yang mengandung toksin, tindakannya :

1. Bila parah, tampak sinar flourescent hijau metalik dalam jumlah banyak, maka pakan atau bahan baku pakan tersebut pantas ditolak, karena tidak layak pakai (reject);

2. Bila sedang, tampak sinar flourescent hijau metalik dalam jumlah tidak banyak, maka masih bisa dipakai dengan catatan, pemakaiannya harus dicampur dengan pakan dan bahan baku pakan lain yang sehat, tanpa toksin, dengan porsi maksimum 10% (1 bagian bertoksin + 9 bagian yang sehat) dan tambahkan toxin binder dengan dosis maksimum;

3. Bila ringan, tampak sinar flourescent hijau metalik dalam jumlah sedikit, 1 – 2 titik, maka masih bisa dipakai dengan catatan, pemakaiannya harus dicampur dengan pakan dan bahan baku lain yang sehat, tanpa toksin, dengan porsi 20% (1 bagian bertoksin + 4 bagian yang sehat) dan tambahkan toxin binder dengan dosis minimum sampai sedang.

Catatan :

1. Untuk mengetahui kadar toksin secara kuantitatif atau jumlahnya, tentu saja harus diperiksakan ke laboratorium;

2. Pakan yang mengandung toksin > 30 PPB (Part Per Billion = bagian per milyar), bukan PPM (part per million = bagian per sejuta), akan berakibat sangat mengganggu kesehatan organ-organ ternak dari mulut, tembolok, ampela, usus, liver, paru dan immuno-suppresive. Performance jadi kurang baik dan sangat merugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *