Peternakan

Posted on: Mei 7, 2017, by :

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.[1]

Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.[1]

Berdasarkan ukuran hewan ternak, bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dan lain-lain.[2].

Berdasarkan jenisnya, ternak dibagi menjadi ruminansia dan nonruminansia.

Peternakan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk memelihara hewan ternak. Peternakan mempunyai arti penting dalam usaha perbaikan dan peningkatan mutu makanan. Memperbaiki dan meningkatka mutu makanan berarti melengkapi makanan dengan zat lemak dan protein hewan. Hasil peternakan merupakan persediaan lemak dan protein yang terpenting. Di daerah padang rumput, aktivitas ekonomi yang utama adalah peternakan berpindah- pindah (nomadic herding) dan peternakan perdagangan (commercial grazing). Pertumbuhan merupakan salah satu subsektor yang dimasukkan dalam program pembangunan ekonomi rakyat, seperti yang tertera dalam Propenas 2000-2006. selain itu, hewan atau ternak merupakan sumber protein yang penting bagi pertumbuhan manusia. Pembangunan peternakan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian petani peternak.
Untuk meningkatkan produksi peternakan, perlu didukung oleh pembangunan industri pakan ternak dengan harga terjangkau dan mudah diperoleh oleh masyarakat khususnya para petani atau peternak.
Populasi ternak yang diusahakan oleh masyarakat menurut Badan Pusat Statistik adalah sapi perah, sapi potong, kerbau, kuda, kambing, domba, dan babi. Ternak sapi perah banyak dijumpai di Pulau Jawa, tetapi terbanyak ditemui di Provinsi Jawa Timur.
Populasi peternakan sapi perah terbanyak di luar Pulau Jawa adalah Provinsi Sumatra Utara. Provinsi yang tidak ada sapi perahnya, antara lain Riau, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Populasi sapi potong terbanyak adalah Jawa Timur. Kebutuhan daging ternak di provinsi DKI Jakarta paling besar. Namun, jumlah peternak sangat sedikit dan biasanya dijumpai di daerah pinggiran kota, seperti di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Di provinsi Riau dan Sulawesi Utara tidak dijumpai ternak domba, sedangkan di provinsi DKI Jakarta tidak dijumpai di Pulau Jawa, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Populasi ternak babi yang terbanyak dijumpai di Provinsi Tenggara Timur.
Jenis-jenis peternakan yang ada di diindinesia meliputi peternakan hewan besar dan kecil.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Peternakan

               http://kulpulan-materi.blogspot.co.id/2012/03/sumber-daya-alam-peternakan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *